Tanjung Tiga – Dalam rangka menyongsong mutu pendidikan yang adaptif dan menyentuh hati, Yayasan Pendidikan Amaliyah Haji Muhammad Matin menggelar kegiatan Sosialisasi KMA 1503 Kurikulum Berbasis Cinta. Acara penting ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Gedung Madrasah Aliyah (MA) Amaliyah.

Kegiatan sosialisasi ini bernilai sangat strategis karena dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik (guru) dari semua jenjang pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Amaliyah. Mulai dari jenjang RA (Raudhatul Athfal), MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), MA (Madrasah Aliyah), hingga SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) berkumpul bersama demi menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas pedagogis.

Acara ini dibuka secara resmi langsung oleh Ibu Hj. Syahrianah, S.Pd.I. selaku Ketua Yayasan Pendidikan Amaliyah Haji Muhammad Matin,  Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penerapan kurikulum yang humanis dan penuh kasih sayang guna membentuk karakter generasi muda yang unggul dan berakhlakul karimah.

“Kurikulum Berbasis Cinta ini menekankan bahwa mendidik bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi menyentuh hati para siswa. Saya berharap seluruh guru di lingkungan Yayasan Amaliyah dapat menyerap ilmu hari ini dan mengimplementasikannya di kelas masing-masing,” ujar Ibu Hj. Syahrianah, S.Pd.I.

Setelah sesi pembukaan, acara inti dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Bapak Tengku Rifai, S.Pd., selaku HelpDesk Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.

Dalam penjelasannya, Bapak Tengku Rifai mengupas tuntas mengenai regulasi, esensi, serta teknis penerapan Keputusan Menteri Agama (KMA) terkait kurikulum baru ini. Beliau menekankan bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh dukungan emosional yang positif bagi peserta didik di era modern.

Antusiasme Lintas Jenjang

Para guru yang hadir tampak sangat antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, di mana para guru dari tingkat RA hingga SMK berdiskusi aktif mengenai tantangan dan strategi penerapan kurikulum berbasis cinta sesuai dengan karakteristik usia peserta didik di jenjang masing-masing.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Yayasan Pendidikan Amaliyah Haji Muhammad Matin kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperbarui kompetensi para guru, demi melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.